Dunia Sipil merupakan dunia yang nyata dan merupakan sendi dari kehidupan, perannya begitu penting untuk memajukan peradaban di dunia.

Tinggal bagaimana kita mengambil peran dalam sebuah dunia Sipil yang bertitle Civilholic.

2011/01/19

Mars Sipil

( Mars Slank song )


Di Sipil tempat tuk berjuang

Salah tempat kalau kau pasang tampang

Di sipil orang-orang penuh kreatifitas

Bukan tempat orang yang pah-poh

Di sipil bukan anak-anak malas

Tempatnya para pekerja keras

Di sipil bukan anak-anak manja

Sedikit kerja.....banyak mintanya.

Sipil jaya.....sipil jaya....

Sipil jaya.....sipil jaya....

Sipil.........Jaya.........!!!!!!!!!!!

Teori Kebutuhan Air


1. Kebutuhan Air untuk Irigasi Pada Petak Sawah (Ir)

Kebutuhan air untuk tanaman tergantung pada macam tanaman dan masa pertumbuhannya sampai dipanen sehingga memberikan produksi yang optimum. Tanaman yang terpenting yang membutuhkan air irigasi di Indonesia adalah padi. Oleh karena itu pemberian air untuk keperluan tanaman padi menjadi suatu masalah yang sangat penting disamping pemberian air pada tanaman palawija.

Perkiraan banyaknya air untuk irigasi didasarkan pada faktor-faktor :

• Jenis tanaman.

• Jenis tanah.

• Cara pemberian air.

• Cara pengolahan tanah.

• Kuantitas curah hujan.

• Waktu tanam.

• Iklim.

• Pemeliharaan dan eksploitasi saluran dan bangunan.

Kebutuhan air untuk irigasi pada petak sawah dapat dirumuskan sebagai berikut:

Ir = W + Et + P - Re

Dimana :

Ir = Kebutuhan air untuk irigasi.

W = Kebutuhan air untuk pengolahan tanah atau penggenangan (standing water).

Et = Evapotranspirasi = crop consumtive use

P = Perkolasi

Re = Curah hujan efektif.

2. Pengolahan Tanah (W)

Kebutuhan air untuk pengolahan tanah atau penggenangan ( standing water ), pada saat pemupukan, ditetapkan W = 3,33 mm/hari

3. Evapotranspirasi (Et)

Evapotranspirasi ialah peristiwa penguapan dari suatu daerah aliran sungai sebagai akibat pertumbuhan dari tanaman.

Banyaknya air untuk evapotranspirasi dapat diperkirakan dengan cara Hargreaves atau Penman. Untuk menghitung evapotranspirasi dalam tugas ini digunakan metode Penman.

Et = Eo * K t

Dimana :

Et = Evapotranspirasi

Eo = Evaporasi ( peristiwa berubahnya air menjadi uap )

Perhitungan angka Evaporasi diperoleh dari pengolahan data curah hujan pada daerah yang diamati.

Kt = Koefisien tanaman ( Padi )

4. Perkolasi

Perkolasi ialah peristiwa meresapnya air dari lapisan tak jenuh ke lapisan yang jenuh. Banyaknya air untuk perkolasi tergantung dari porositas tanah.

Perkiraan perkolasi didasarkan pada hasil percobaan lapangan. Untuk nilai perkolasi pada dataran rendah ditetapkan sebesar 1 mm/hari.

5. Curah Hujan Efektif (Re)

Perkiraan curah hujan efektif dihitung berdasarkan R50, artinya curah hujan yang 50% disamai atau dilampaui dari 10 kali peristiwa.

Metode yang dipakai :

1. Cara Empiris

Re = R50 = n/5 +1

Re = R 50 = curah hujan efektif 50%

Dimana :

n/5 +1 = ranking curah hujan efektif Re dihitung dari ranking terkecil

n = Jumlah pengamatan curah hujan.

2. Cara Statistik

a. Dengan analisa frekuensi curah hujan harian atau bulanan dapat diperkirakan curah hujan efektif yang 50% disamai atau dilewati dengan periode ulang 5 tahun dengan ascending order (Nm. Excending). Dengan memplot pada “External Probability Paper” dari Gumbel atau log-log paper dengan ploting position dari Hanzen {100(2m-1)}/(n+1) besarnya curah hujan harian dapat dicari dengan mengambil p (x) = 50% atau periode ulang 5 tahun.

b. Besarnya curah hujan efektif dapat dihitung dengan rumus :

Ir = W + Et + P - Re atau

Re = W + Et + P- Ir

Dimana :

Ir = Kebutuhan air irigasi.

Et = Crop Consumtive use = Evapotranspirasi.

P = Perkolasi

W = Kebutuhan air untuk pengolahan atau genangan.

Jika :

W = 0

Ir = Irigasi = 0

Et = Evapotranspirasi = 10 mm/hari

P = Perkolasi = 6 mm/hari

PD = Pengolahan = 20 mm/hari

Ws = water storage capacity = 30 mm/hari

Sm = Soil moisture = 6 mm/hari

Maka curah hujan efektif dipilih dari harga terbesar dari :

Re max = Et + PD + P................................………..(1)

atau

Re max = Ws + PD +P................................……….(2)

dan

Re min = 5 mm (kehilangan)

Dengan mengambil harga diatas maka :

(1) Re max = 10 + 20 + 6 = 36 mm/hari

(2) Re max = 30 + 6 + 6 = 42 mm/hari

Jadi Re max = 42 mm/hari.

Seminar Entrepreneurship….

I-Luv-Indonesia Menuju Wirausahawan Sejati….


Alhamdulillah hari ini, selasa 18 januari 2011 sungguh menyenangkan karena saya ditemukan dengan orang-orang yang luar biasa dalam sebuah seminar entrepreneurship (kewirausahaan). Orang-orang yang dimaksud adalah para pembicara yang telah mengasih wejangan kepada para peserta seminar. Seminar ini sendiri diadakan oleh UPT Perpustakaan Undip bekerja sama dengan Yayasan pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) dan bertempat di gedung Widya Puraya lantai 1. Nah, pada kesempatan yang baik ini saya cuman ingin share kepada pembaca sekalian mengenai apa yang telah saya dapat dari acara seminar ini. Disini saya pengin mengulas satu-satu dari kedua pembicara yaitu :

 

 1. Drs. Wahyu Hidayat,. M.Si


Dosen FISIP Undip ini mengawali presentasinya dengan cerita mengenai seekor gorila dan seekor singa yang hampir bertarung di salah satu kebun binatang di yogya yaitu di Gembira Loka. Kedua ekor hewan ini adalah sebenarnya manusia yang sudah menempuh pendidikan hingga ke jenjang S1, nah lulusan sarjana inilah yang memerankan tokoh kedua hewan setelah hewan sebenarnya mati. Setelah selesai cerita beliau menjelaskan betapa susahnya mencari pekerjaan di masa sekarang.

selain itu beliau menjelaskan juga mengenai bagaimana langkah-langkah setelah Lulus kuliah nanti. Nah, kalau pembaca menginginkan materi beliau dapat di download disini.

 

2. Drs. Andaka Wirawan,Apt, M.Si


Bapak Andaka ini merupakan seorang Apoteker lulusan UGM sekaligus pengusaha sukses yang memiliki banyak usaha diantaranya adalah warung makan Padang, Indomart, Alfamart, dan Apotek. Usaha usaha beliau telah dirintis sejak beliau lulus kuliah dulu hingga sekarang telah sukses. Pria berumur 60 tahun ini sudah menjadi bos di usahanya dan menelurkan banyak pengusaha.

Pada seminar kali ini beliau banyak menceritakan pengalamannya terkait dengan dunia wirausaha. untuk materi beliau dapat di download di sini .

Dan akhirnya semoga kedua materi ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

HOW TO WIN THE BIDDING WARS

(Bagaimana memenangkan persaingan tender)100


In many of today’s strong real estate market’s, home buyer’s can expect to face multiple offer situations. Multiple offers are a classic example of economic realities because they appear when the supply of homes for sale is limited and the demand for good-condition home is strong. Buyers hate multiple offer because they push up home prices and create an extremely stressful home buying experience. Knowing a few tricks of the trade can make the difference between walking away disappointed and purchasing the home of your dreams at a fair price.

Make my offer more attractive to the sellers, offer the highest price you can. Get preapproved, not just prequalified and mortgage and attach a copy of the preapproval letter to your offer.

If the equity in tour current home is the source of your downpayment, make your offer contingent on obtaining financing, but not on the sale of your home.

If my offer didn’t prevail in a multiple offer situation, neither the sellers nor their agent is obligated to reveal any information about the decision

Submit an offer on a home in escrow, you would be wiser to move on to another home, particularly if there are formal back up offers

If the sellers are getting multiple offers and accepting them only by fax, the temptation to suppress a buyer’s offer arises when an in house offer ( one from a buyer who is represented by the sellers agent from the same brokerage company) is competing with an outside offer ( one from a buyer represented by a different brokerage company )

Knock on the seller’s front door and tell them personally why they should accept my offer instead of the other offers they received, if you happen to meet the sellers during a scheduled showing, go ahead and compliment whatever you like.